Literasi Politik

Literasi politik merupakan proyek paling mendasar yang digagas oleh Rumah Konstituen. Hal ini bukan saja berkaitan dengan filosofi “manusia sebagai makhluk politik” (zoon politicon), melainkan penguatan terhadap Civil Society memang tidak bisa dipisahkan dari problematika politik itu sendiri.

Namun demikian, terminologi politik pada tataran ini tidak dimaknai secara praktis dan pragmatis, sehingga memunculkan kesan bahwa produk primer Rumah Konstituen memiliki tujuan politik. Politik di sini akan dipahami dari perspektif filosofis bahwa manusia pada hakikatnya merupakan makhluk politik dan kehidupannya sebagai warga negara merupakan bagian dari komponen politik yang disadari atau tidak mereka akan “terpaksa”—jika bukan dipaksa—terlibat di dalamya.

Secara teoretik, literasi politik cenderung didefinisikan sebagai “the state of having political information” (keadaan dimana seseorang memiliki informasi politik). Dalam hal ini, literasi politik menekankan aspek pemahaman, kesadaran, sikap dan keputusan, sehingga ianya dimaknai lebih dari sekedar pengetahuan, tapi keterampilan membuat diri lebih efektif dalam kehidupan publik melalui keaktifan dan partisipasinya dalam melaksanakan hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Program literasi politik yang diselenggarakan Rumah Konstituen dimanifestasikan dalam berbagai bentuk kegiatan. Lebih dari sekedar kegiatan-kegiatan yang bersifat formal, Rumah Konstituen ingin memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat, terutama masyarakat lapis bawah, memiliki pemahaman politik yang memadai.

Karenanya Rumah Konstituen lebih mengoptimalkan kegiatan-kegiatan yang bersifat non-formal dengan cara menerjunkan langsung relawannya ke tengah masyarakat untuk melakukan dialog dan fokus grup diskusi (FGD); menanamkan prinsip-prinsip demokrasi; membuka akses informasi; dan mengkampanyekan sistem politik yang bersih.