Advokasi



Advokasi pada gilirannya menjadi konsekuensi logis program Rumah Konstituen karena adanya kelompok tuna daya yang diasumsikan dalam program pemberdayaan masyarakat lapis bawah. Meski demikian, program advokasi Rumah Konstituen tidak dimaknai dalam kerangka eksploitasi ketidakberdayaan.

Artinya, situasi ketidakberdayaan baik dalam perspektif politik, ekonomi, maupun sosial dan budaya, yang ditemukan di tengah masyarakat akan secara otomatis diterjemahkan sebagai ekses ketidakadilan sehingga karenanya Rumah Konstituen melakukan advokasi. Akan tetapi, situasi ketidakberdayaan tersebut akan dilihat dalam kerangka yang lebih objektif, sehingga program advokasi hanya mungkin dilakukan pada objek yang memiliki akar permasalahan yang jelas.