Waspadai Intimidasi Etnis Jelang Pemilu, Rumah Konstituen Gelar Dialog Publik

Etnisitas menjadi persoalan tersendiri dalam tahun-tahun politik. Tionghoa merupakan kelompok etnis yang paling rentan terhadap isu tersebut. Ada banyak postingan-postingan provokatif di media sosial yang berupaya membangkitkan “sentimen anti Cina.”

Di Sumatera Utara sendiri pernah dideklarasikan Masyarakat Pribumi Anti Tionghoa pada bulan April tahun 2015. Di tahun yang sama terjadi tragedi bernuansa SARA yang berakibat pembekaran beberapa Kelenteng di Kota Tanjungbalai. Dengan balutan Hoax yang semakin marak terjadi, kasus-kasus semacam ini berpotensi mengancam kemajemukan yang sejak awal menjadi kebanggaan Indonesia.

Latar belakang itulah yang menjadi dasar pemikiran Rumah Konstituen untuk menggelar Dialog Publik dengan tema “Meneguhkan NKRI, Mewaspadai Intimidasi Etnis Menjelang Pemilu 2019.”

Kegiatan dialog itu sendiri akan dilaksanakan di D’Jong Cafe, Jalan Willem Iskandar (depan kampus UNIMED) pada 14 April 2019 hari minggu ini. Dialog rencananya akan melibatkan empat orang narasumber dari berbagai latarbelakang dan profesi, yaitu: Dr. Irwansyah M.Ag (Ketua Jurusan Sosiologi Agama UIN Sumatera Utara; Candiki Repantu (Antropolog PUSIS UNIMED); Liani, SE (Politisi PSI/Aktivis Perempuan Tionghoa), dan Eko Marhaendy, sebagai Direktur Eksekutif Rumah Konstituen yang sekaligus merupakan penyelenggara acara.

Dalam keterangannya Eko menjelaskan, kegiatan ini diharapkan melahirkan komitmen para peserta diskusi untuk menyikapi dengan arif potensi ancaman benturan antar etnis menjelang Pemilu, terutama di Sumatera Utara.

Karena alasan itulah menurut Eko, kegiatan dialog ini akan melibatkan partisipan dari berbagai stakeholder, antara lain: mahasiswa sosiologi agama; komunitas keberagaman; dan lainnya.


Sumber: Utamanews

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *